Langsung ke konten utama

Kali Dengkeng Meluap lagi

Cuaca pada akhir-akhir ini yang kurang begitu di inginkan membuat repot banyak orang, apalagi pada beberapa hari ini terjadi hujan lebat pada siang menjelang sore hari, tak beda di desa kebon pun terkena dampak dari semua itu…..
hujan lebat yang mengguyur desa kebon dan sekitarnya pada awal tahun 2011 yaitu pada hari senin, 3 januari 2011 menyebabkan sungai Dengkeng yang terletak diantara desa Jotangan dan kebon dan sekitarnya mengalami peningkatan yang sangat signifikan dan menyebabkan sungai tersebut meluap, luapan sungai dengkeng ( kali dengkeng ) menyebabkan desa-desa yang letaknya disepanjang kali dengkeng terkena imbasnya alias kebanjiran.
namun luapan kali dengkeng pada hari senin tanggal 3 januari 2011 tak sedasyat luapan kali dengkeng pada tanggal 4 November 2010 yang lumayan dasayat sampai jalan-jalan diwilayak desa kebon bagian barat ( rt 1 dan 3 di RW 2 ) ada beberapa rumah yang terkena imbasnya pada tanggal 4 November 2010.
namun luapan air pada senin kemarin tak menyebabkan kerusakan atau imbas yang cukup berat hanya saja di RT 1 RW 2 ada satu jalan yang terkena dampak dari luapan sungai dengkeng ( kali dengkeng ). belum juga surut banjir yang masuk diperkebunan warga yang kebetulan tanahnya rendah pada hari selasa 4 Januari 2011 desa kebon diguyur hujan lagi, hujan dengan intensitas yang cukup deras menyebabkan kali dengkeng meluap namun tidak sampai membuat dampak yang menakutkan bagi warga kebon yang tinggal di Pinggiran kali dengkeng.
pesan dari penulis dari kejadian diatas kita jagalah ksehatran diri kita karena cuaca yang begini dan jagalah kesehatan dengan lingkungan yang kiurang sehat karena banyak kotoran yang terbawa dari luapan air dari kali dengkeng. ( by : rifan )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESA PENGHASIL BATIK TULIS RAMAH LINGKUNGAN

Batik Desa Kebon yang menggunakan pewarna alami Batik merupakan salah satu karya seni terkemuka di seluruh nusantara dan telah menjadi kegiatan produksi yang penting di beberapa kota di Indonesia. Menurut data dari Kementerian Perindustrian, pada tahun 2009 terdapat 28,287 UKM batik di Inonesia yang mempekerjakan 792.286 tenaga kerja. Suksesnya pedagangan batik di Indonesia menimbulkan persoalan lingkungan sendiri karena industri batik setiap tahunnya memproduksi kadar emisi CO2 yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan sektor UKM lainnya dengan mengkonsumsi bahan bakar minyak tanah, zat kimia pemutih secara berlebihan sehingga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Desa Kebon yang terletak di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, merupakan salah satu sentra batik tulis dengan menggunakan pewarna alam. Sebelum gempa DIY-Jateng 2006, sebagian pembatik di desa ini menjadi buruh batik ditempat usaha batik...

ICE CREAM TRENDY

ICE CREAM TRENDY  : Berasal dari kata ICE = dingin dan CREAM : krim dan dipadukan menjadi ICE CREAM, sedangkan nama TRENDY adalah inspirasi dari si pemilik usaha ICE CREAM TRENDY yang bernama BP. Bambang. BP. Bambang merupakan seseorang warga Desa kebon yang cukup ulet membangun usaha demi menafkah I anak istinya, Pria kelahiran klaten, juli 1975 ini mempunyai 2 anak laki-laki yang dan 1 orang istri. Sosok Bp. Bambang  merupakan salah satu warga Desa kebon yang memiliki jiwa yang tidak pantang menyerah dan terus berusaha dan juga belajar dari sebuah kegagalan yang dia alami.

BATIK TULIS KEBON INDAH

Produk kain batik yang dihasilkan oleh industri Kebon Indah adalah kain panjang. Banyak produk kain panjang yang telah diproduksi dengan tampilan motif yang beraneka ragam. Produk kain panjang yang dihasilkan dengan motif tertentu, maka akan disebut dengan nama motif tersebut. Motif batik digunakan untuk penamaan pola atau kain batik itu sendiri. Misalnya saja, kain panjang yang dibuat dengan Motif Daun Singkong maka akan disebut dengan kain Batik Daun Singkong. Produk kain panjang ini memiliki ukuran panjang 250 cm dan lebar 110 cm. Kain panjang berfungsi sebagai benda pakai untuk kain bawahan yang digunakan oleh kaum wanita. Dalam bahasa Jawa, kain panjang yang digunakan untuk bagian bawah dari pakaian wanita ini disebut jarit. Jarit dipakai dengan cara diikatkan dipinggang yang dikenakan oleh kaum wanita sebagai pakaian sehari-hari. Jarit merupakan pakaian tradisional Jawa yang sampai saat ini masih terjaga eksistensinya.