Langsung ke konten utama

Networking Meeting & Technical Meeting


Kegiatan Workshop dan Technical Assitance yang telah dilakukan oleh TC CBI beberapa waktu yang lalu diketiga lokasi diantaranya Desa Kebon, Desa Beluk&Paseban dan Taman Sari, dilanjutkan dengan kegiatan Networking Meeting dengan tujuan untuk mengumpulkan perwakilan dari masing-masing clustering UKM dengan harapan dari pertemuan ini didapat manfaat hasil yang telah dilakukan dari masing-masing UKM dan faktor yang menjadi kekurangan selama pendampingan yang belum terealisasi di masing-masing UKM, sehingga dari pertemuan jejaring ini didapat langkah pasti untuk membantu dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh UKM.
Perwakilan dari Desa Kebon telah mendapatkan manfaat nyata dari hasil bimbingan teknis dari TC dilapangan diantaranya yaitu merasakan manfaat dari GHK (antara lain pelabelan, penataan bahan kimia, pencatatan dokumentasi, dll), manfaat APD (Alat Pelindung Diri), Efisiensi proses pelorodan, dan penanganan limbah. Sedangkan kendala yang dihadapi dari UKM Kebon diantaranya : proses GHK masih bisa dioptimalkan/disempurnakan aplikasinya di UKM (Tempat penyimpanan bahan baku & bahan jadi, belum faham penggunaan bahan kimia, APD yang belum memadai bagi beberapa UKM yang belum mendapatkan, proses eko-efisiensi dan teknologi tepat guna masih perlu dioptimalkan (Teknik pencelupan dan teknik pewarnaan yang efisien, serta teknik penggunaan kembali limbah).
Perwakilan dari Desa Beluk dan Paseban telah mendapatkan manfaat berupa aplikasi GHK (Tata kelola apik dari bahan baku, APD) sedangkan kendala yang dihadapi masih minim pengetahuan dari proses penggunaan kembali malam yang telah digunakan pada proses lorodan dan pencucian, serta bagaimana penilaian dari tim Ekonid agar UKM bisa mengikuti dan sesuai yang diharapkan diprogram ini agar bisa tergabung dan ikut manfaat pemasaran.
Perwakilan dari Taman Sari terasa manfaat dari APD yang sudah diberikan dan kendalanya belum menemukan proses yang efisien perihal penggunaan bahan bakar yang efisien, APD yang masih kurang dan manfaat dari program ini dengan harapan UKM bisa dibantu dalam hal pemasaran.
Hasil dari Networking meeting dilakukan technical meeting internal antara tim fasilitator dengan tim TC berkaitan dengan hasil yang didapat dari manfaat dan kendala beberapa perwakilan UKM yang telah dilakukan pembinaan oleh para TC, hasil yang dikemukakan dari beberapa TC diantaranya mereka membutuhkan pengetahuan lebih mendalam yang berkaitan dengan Teknologi tepat guna untuk mengambil langkah aksi yang bisa diterapkan di beberapa UKM.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESA PENGHASIL BATIK TULIS RAMAH LINGKUNGAN

Batik Desa Kebon yang menggunakan pewarna alami Batik merupakan salah satu karya seni terkemuka di seluruh nusantara dan telah menjadi kegiatan produksi yang penting di beberapa kota di Indonesia. Menurut data dari Kementerian Perindustrian, pada tahun 2009 terdapat 28,287 UKM batik di Inonesia yang mempekerjakan 792.286 tenaga kerja. Suksesnya pedagangan batik di Indonesia menimbulkan persoalan lingkungan sendiri karena industri batik setiap tahunnya memproduksi kadar emisi CO2 yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan sektor UKM lainnya dengan mengkonsumsi bahan bakar minyak tanah, zat kimia pemutih secara berlebihan sehingga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Desa Kebon yang terletak di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, merupakan salah satu sentra batik tulis dengan menggunakan pewarna alam. Sebelum gempa DIY-Jateng 2006, sebagian pembatik di desa ini menjadi buruh batik ditempat usaha batik...

ICE CREAM TRENDY

ICE CREAM TRENDY  : Berasal dari kata ICE = dingin dan CREAM : krim dan dipadukan menjadi ICE CREAM, sedangkan nama TRENDY adalah inspirasi dari si pemilik usaha ICE CREAM TRENDY yang bernama BP. Bambang. BP. Bambang merupakan seseorang warga Desa kebon yang cukup ulet membangun usaha demi menafkah I anak istinya, Pria kelahiran klaten, juli 1975 ini mempunyai 2 anak laki-laki yang dan 1 orang istri. Sosok Bp. Bambang  merupakan salah satu warga Desa kebon yang memiliki jiwa yang tidak pantang menyerah dan terus berusaha dan juga belajar dari sebuah kegagalan yang dia alami.

BATIK TULIS KEBON INDAH

Produk kain batik yang dihasilkan oleh industri Kebon Indah adalah kain panjang. Banyak produk kain panjang yang telah diproduksi dengan tampilan motif yang beraneka ragam. Produk kain panjang yang dihasilkan dengan motif tertentu, maka akan disebut dengan nama motif tersebut. Motif batik digunakan untuk penamaan pola atau kain batik itu sendiri. Misalnya saja, kain panjang yang dibuat dengan Motif Daun Singkong maka akan disebut dengan kain Batik Daun Singkong. Produk kain panjang ini memiliki ukuran panjang 250 cm dan lebar 110 cm. Kain panjang berfungsi sebagai benda pakai untuk kain bawahan yang digunakan oleh kaum wanita. Dalam bahasa Jawa, kain panjang yang digunakan untuk bagian bawah dari pakaian wanita ini disebut jarit. Jarit dipakai dengan cara diikatkan dipinggang yang dikenakan oleh kaum wanita sebagai pakaian sehari-hari. Jarit merupakan pakaian tradisional Jawa yang sampai saat ini masih terjaga eksistensinya.