Langsung ke konten utama

REKOMPAK JRF SUKSES BERKAT SWADAYA MASYARAKAT

Klaten - Swadaya masyarakat Desa Kebon, Kecamatan Bayat sangat tinggi dalam waktu setengah tahun mulai Januari 2010 sampai Mei 2010 bisa mengumpulkan dana 108 Juta guna menunjang Rekompak JRF (Proyek Rehabilitasi dan Rekontruksi Masyarakat dan Pemukiman Berbasis Komunitas-Java Recontruction Fund) yang dibiayai Bank Dunia.
Sukaca, Selaku Kepala Desa Kebon mengatakan bahwa swadaya masyarakat merupakan bukti nyata antusias dan keiklasan warga dalam mensukseskan Rekompak JRF yang dibiayai oleh World Bank. Swadaya ini berwujud hibah tanah maupun bangunan yang terkena proyek, tenaga lapangan, dan iuran warga yang keseluruhannya senilai 108 juta rupiah. Dari hibah tanah maupun bangunan tercatat sebanyak 28 warga desa Kebon merelakan dan menghibahkan tanahnya untuk proyek Rekompak JRF.
Untuk tahap pertama ini World Bank memberikan bantuan dana sebesar 350 juta. Bantuan ini telah di implementasikan oleh warga untuk membangun sarana infrastruktur desa yang berupa pembangunan jalan desa, selokan dan talud desa.

Jumlah Total bantuan dari World Bank yang akan diterima oleh desa Kebon yaitu 2,5 milyar yang akan turun secara bertahap selama 5 tahun. Dana yang diterima akan digunakan untuk membangun sarana infrastruktur seperti pembangunan penampungan air desa dan pembangunan talud tebing untuk menghindari bahaya tanah longsor. (Kontributor Klaten)
sumber : http://www.jatengprov.go.id/?mid=wartadaera&listStyle=webzine&page=3&sort_index=regdate&order_type=desc&category=4242&document_srl=6766

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESA PENGHASIL BATIK TULIS RAMAH LINGKUNGAN

Batik Desa Kebon yang menggunakan pewarna alami Batik merupakan salah satu karya seni terkemuka di seluruh nusantara dan telah menjadi kegiatan produksi yang penting di beberapa kota di Indonesia. Menurut data dari Kementerian Perindustrian, pada tahun 2009 terdapat 28,287 UKM batik di Inonesia yang mempekerjakan 792.286 tenaga kerja. Suksesnya pedagangan batik di Indonesia menimbulkan persoalan lingkungan sendiri karena industri batik setiap tahunnya memproduksi kadar emisi CO2 yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan sektor UKM lainnya dengan mengkonsumsi bahan bakar minyak tanah, zat kimia pemutih secara berlebihan sehingga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Desa Kebon yang terletak di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, merupakan salah satu sentra batik tulis dengan menggunakan pewarna alam. Sebelum gempa DIY-Jateng 2006, sebagian pembatik di desa ini menjadi buruh batik ditempat usaha batik...

ICE CREAM TRENDY

ICE CREAM TRENDY  : Berasal dari kata ICE = dingin dan CREAM : krim dan dipadukan menjadi ICE CREAM, sedangkan nama TRENDY adalah inspirasi dari si pemilik usaha ICE CREAM TRENDY yang bernama BP. Bambang. BP. Bambang merupakan seseorang warga Desa kebon yang cukup ulet membangun usaha demi menafkah I anak istinya, Pria kelahiran klaten, juli 1975 ini mempunyai 2 anak laki-laki yang dan 1 orang istri. Sosok Bp. Bambang  merupakan salah satu warga Desa kebon yang memiliki jiwa yang tidak pantang menyerah dan terus berusaha dan juga belajar dari sebuah kegagalan yang dia alami.

BATIK TULIS KEBON INDAH

Produk kain batik yang dihasilkan oleh industri Kebon Indah adalah kain panjang. Banyak produk kain panjang yang telah diproduksi dengan tampilan motif yang beraneka ragam. Produk kain panjang yang dihasilkan dengan motif tertentu, maka akan disebut dengan nama motif tersebut. Motif batik digunakan untuk penamaan pola atau kain batik itu sendiri. Misalnya saja, kain panjang yang dibuat dengan Motif Daun Singkong maka akan disebut dengan kain Batik Daun Singkong. Produk kain panjang ini memiliki ukuran panjang 250 cm dan lebar 110 cm. Kain panjang berfungsi sebagai benda pakai untuk kain bawahan yang digunakan oleh kaum wanita. Dalam bahasa Jawa, kain panjang yang digunakan untuk bagian bawah dari pakaian wanita ini disebut jarit. Jarit dipakai dengan cara diikatkan dipinggang yang dikenakan oleh kaum wanita sebagai pakaian sehari-hari. Jarit merupakan pakaian tradisional Jawa yang sampai saat ini masih terjaga eksistensinya.