Langsung ke konten utama

BATIK TULIS KEBON INDAH

Produk kain batik yang dihasilkan oleh industri Kebon Indah adalah kain panjang. Banyak produk kain panjang yang telah diproduksi dengan tampilan motif yang beraneka ragam. Produk kain panjang yang dihasilkan dengan motif tertentu, maka akan disebut dengan nama motif tersebut. Motif batik digunakan untuk penamaan pola atau kain batik itu sendiri. Misalnya saja, kain panjang yang dibuat dengan Motif Daun Singkong maka akan disebut dengan kain Batik Daun Singkong. Produk kain panjang ini memiliki ukuran panjang 250 cm dan lebar 110 cm. Kain panjang berfungsi sebagai benda pakai untuk kain bawahan yang digunakan oleh kaum wanita. Dalam bahasa Jawa, kain panjang yang digunakan untuk bagian bawah dari pakaian wanita ini disebut jarit. Jarit dipakai dengan cara diikatkan dipinggang yang dikenakan oleh kaum wanita sebagai pakaian sehari-hari. Jarit merupakan pakaian tradisional Jawa yang sampai saat ini masih terjaga eksistensinya.



Produk kain panjang ini dapat dijadikan sebagaibahan sandang atau bahan dasar untuk pembuatan baju, kemeja, rok atau jenis pakaian lainnya. Jenis pakaian yang dapat dibuat dari kain panjang ini bermacam-macam, tergantung dari selera konsumen atau orang yang membelinya. Pakaian yang dibuat tidak terbatas untuk perempuan, pakaian laki-laki pun dapat dibuat dari produk kain panjang ini. Sejak berdirinya sampai saat ini, industri Kebon Indah telah memproduksi kain-kain batik dengan berbagai macam motif yang terinspirasi dari kebun (contoh-contoh kain batik dengan berbagai jenis motif akan dilampirkan). Dengan melihat lingkungan sekitar yang dipadukan dengan imajinasi yang dimiliki, mereka (anggota industri) menciptakan motif-motif yang menjadi karakteristik industri Kebon Indah.

Motif-motif tersebut didominasi oleh motif dedaunan, karena karakteristik dari industri Kebon Indah adalah motifnya kebanyakan bentuk daun. Motif dedaunan contohnya adalah daun singkong, daun kates, daun kluweh, daun lombok, dan sebagainya. Selain motif dedaunan, ada juga motif hewan-hewan kecil yang ada di sekitar kebon yang diciptakan oleh industri Kebon Indah, yakni Motif Kupu-kupu, Capung, dan lain sebagainya. Ada juga motif di luar konteks kebon yang diciptakan untuk menambah variasi motif-motif yang dihasilkan oleh industri Kebon Indah. Contoh motif batik yang dihasilkan ada juga Motif Gajah, Kipas, Bulus, dan lainnya. Terkadang, industri Kebon Indah juga menciptakan motif sesuai dengan kondisi dan permintaan konsumen. Contoh motif yang diciptakan sesuai dengan kondisi adalah motif naga yang banyak dicari oleh konsumen pada saat perayaan imlek.

Motif-motif tradisional yang di produksi oleh industri Kebon Indah adalah motif tradisional dari daerah Yogyakarta dan Solo. Memilih motif tradisional Yogyakarta dan Solo karena Klaten berada di tengah-tengah daerah tersebut sehingga industri Kebon Indah cocok untuk memproduksi motif batik tradisional daerah-daerah tersebut. Ciri khas batik tulis industri Kebon Indah adalah motif-motifnya terinspirasi dari kebun, sedangkan industri yang lain (industri yang ada di Bayat) motifnya kebanyakan motif klasik yang menggunakan pewarna soga dulu. Industri yang lain juga menggunakan pewarna sintetis, sedangkan industri Kebon Indah sendiri menggunakan 100% pewarna alam.

Sumber https://infobatik.id/industri-batik-kebon-indah/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESA PENGHASIL BATIK TULIS RAMAH LINGKUNGAN

Batik Desa Kebon yang menggunakan pewarna alami Batik merupakan salah satu karya seni terkemuka di seluruh nusantara dan telah menjadi kegiatan produksi yang penting di beberapa kota di Indonesia. Menurut data dari Kementerian Perindustrian, pada tahun 2009 terdapat 28,287 UKM batik di Inonesia yang mempekerjakan 792.286 tenaga kerja. Suksesnya pedagangan batik di Indonesia menimbulkan persoalan lingkungan sendiri karena industri batik setiap tahunnya memproduksi kadar emisi CO2 yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan sektor UKM lainnya dengan mengkonsumsi bahan bakar minyak tanah, zat kimia pemutih secara berlebihan sehingga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Desa Kebon yang terletak di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, merupakan salah satu sentra batik tulis dengan menggunakan pewarna alam. Sebelum gempa DIY-Jateng 2006, sebagian pembatik di desa ini menjadi buruh batik ditempat usaha batik...

ICE CREAM TRENDY

ICE CREAM TRENDY  : Berasal dari kata ICE = dingin dan CREAM : krim dan dipadukan menjadi ICE CREAM, sedangkan nama TRENDY adalah inspirasi dari si pemilik usaha ICE CREAM TRENDY yang bernama BP. Bambang. BP. Bambang merupakan seseorang warga Desa kebon yang cukup ulet membangun usaha demi menafkah I anak istinya, Pria kelahiran klaten, juli 1975 ini mempunyai 2 anak laki-laki yang dan 1 orang istri. Sosok Bp. Bambang  merupakan salah satu warga Desa kebon yang memiliki jiwa yang tidak pantang menyerah dan terus berusaha dan juga belajar dari sebuah kegagalan yang dia alami.